Pagi itu, aula desa dipenuhi kursi merah yang tersusun rapi. Beberapa warga sudah hadir, duduk sambil mengobrol kecil, menanti acara dimulai. Spanduk besar terbentang di belakang panggung: “Sosialisasi Program Pendidikan Kesetaraan Tingkat Desa (PAKADES)”. Sebuah program yang tampaknya mulia, menjanjikan ijazah untuk mereka yang tertinggal pendidikan formal. Namun, di balik senyum dan jabat tangan, terselip …

