Penyakit

Osteoarthritis: Penyakit Sendi yang Sering Dianggap “Wajar Karena Usia”, Padahal Bisa Dicegah dan Dikelola

Ketika seseorang mulai mengeluhkan lutut yang sering nyeri saat berjalan, tangga terasa berat, atau jari-jari tangan mulai kaku di pagi hari, banyak yang menganggapnya sebagai hal biasa akibat bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda Osteoarthritis, salah satu penyakit sendi yang paling banyak dialami masyarakat di seluruh dunia.

Osteoarthritis bukan sekadar pegal biasa. Penyakit ini merupakan gangguan degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan (kartilago) yang melapisi ujung tulang di dalam sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Akibatnya, tulang saling bergesekan sehingga menimbulkan rasa nyeri, kaku, hingga membatasi pergerakan.

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Kartilago yang berfungsi sebagai bantalan alami pada persendian semakin menipis sehingga kemampuan sendi menyerap tekanan berkurang.

Seiring waktu, tubuh juga dapat membentuk tonjolan tulang baru (bone spur) di sekitar sendi yang justru memperparah rasa nyeri dan mengurangi fleksibilitas gerakan.

Berbeda dengan penyakit sendi akibat infeksi atau penyakit autoimun, osteoarthritis lebih banyak dipengaruhi oleh proses penuaan, beban mekanis, dan faktor gaya hidup.

Sendi yang Paling Sering Terkena

Osteoarthritis dapat menyerang hampir semua sendi, namun paling sering terjadi pada:

  • Lutut
  • Pinggul
  • Pergelangan tangan
  • Jari tangan
  • Tulang belakang (leher dan pinggang)
  • Bahu

Di Indonesia, keluhan pada lutut merupakan yang paling banyak ditemui karena lutut menanggung hampir seluruh berat badan saat berdiri maupun berjalan.

Gejala Osteoarthritis

Gejalanya berkembang secara perlahan, antara lain:

  • Nyeri saat bergerak.
  • Sendi terasa kaku terutama setelah bangun tidur atau lama duduk.
  • Gerakan sendi menjadi terbatas.
  • Muncul bunyi “krek-krek” saat digerakkan.
  • Pembengkakan ringan di sekitar sendi.
  • Otot sekitar sendi melemah.
  • Bentuk sendi berubah pada stadium lanjut.

Pada awalnya nyeri hanya muncul saat aktivitas, tetapi lama-kelamaan dapat dirasakan bahkan ketika sedang beristirahat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Walaupun usia menjadi faktor utama, osteoarthritis tidak hanya dialami oleh lansia.

Beberapa faktor risiko meliputi:

  1. Bertambahnya Usia

Semakin tua seseorang, kemampuan kartilago memperbaiki dirinya semakin menurun.

  1. Kelebihan Berat Badan

Setiap kilogram berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada lutut dan pinggul.

  1. Cedera Lama

Cedera olahraga, kecelakaan, atau patah tulang yang pernah dialami dapat meningkatkan risiko osteoarthritis beberapa tahun kemudian.

  1. Aktivitas Berulang

Pekerjaan yang mengharuskan jongkok, mengangkat beban berat, atau berdiri lama mempercepat kerusakan sendi.

  1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga juga berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang mengalami osteoarthritis.

  1. Kurang Aktivitas Fisik

Otot yang lemah membuat sendi bekerja lebih keras sehingga lebih cepat rusak.

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Dokter biasanya melakukan:

  • Wawancara mengenai keluhan.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Foto rontgen untuk melihat penyempitan celah sendi atau pembentukan tonjolan tulang.
  • Pada kondisi tertentu dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti MRI bila diperlukan.

Pengobatan Osteoarthritis

Tujuan pengobatan bukan hanya menghilangkan nyeri, tetapi juga mempertahankan fungsi sendi agar penderita tetap aktif.

Penanganan dapat meliputi:

Edukasi dan Perubahan Gaya Hidup

  • Menurunkan berat badan bila berlebih.
  • Menghindari aktivitas yang memperberat sendi.
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman.
  • Mengatur pola aktivitas dan istirahat.

Olahraga

Olahraga justru sangat dianjurkan, misalnya:

  • Jalan kaki ringan.
  • Bersepeda.
  • Berenang.
  • Latihan penguatan otot paha.
  • Peregangan rutin.

Olahraga membantu mengurangi nyeri sekaligus memperkuat otot penyangga sendi.

Fisioterapi

Fisioterapi dapat membantu:

  • Mengurangi nyeri.
  • Memperbaiki keseimbangan.
  • Menambah kekuatan otot.
  • Mempertahankan rentang gerak sendi.

Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat sesuai kondisi pasien, misalnya:

  • Paracetamol untuk nyeri ringan.
  • Ibuprofen atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya bila diperlukan.
  • Obat oles atau gel antinyeri.
  • Suntikan ke dalam sendi pada kondisi tertentu.

Penggunaan obat sebaiknya mengikuti anjuran dokter karena beberapa obat memiliki efek samping, terutama bila digunakan dalam jangka panjang.

Operasi

Jika kerusakan sendi sudah berat dan terapi lain tidak lagi efektif, dokter dapat mempertimbangkan operasi penggantian sendi.

Bisakah Osteoarthritis Dicegah?

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, risikonya dapat dikurangi dengan:

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Menghindari cedera sendi.
  • Menjaga postur tubuh saat bekerja.
  • Menggunakan teknik mengangkat beban yang benar.

Pencegahan sejak usia muda akan memberikan manfaat besar ketika memasuki usia lanjut.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berkonsultasi apabila:

  • Nyeri sendi berlangsung lebih dari beberapa minggu.
  • Sendi membengkak dan terasa panas.
  • Sulit berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Nyeri semakin berat meskipun sudah beristirahat.
  • Sendi tampak berubah bentuk.

Penanganan sejak dini dapat memperla

mbat perkem

 

bangan penyakit dan mempertahankan kualitas hidup.

 

Kesimpulan

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang umum terjadi, terutama pada usia lanjut, namun juga dapat dialami oleh orang yang lebih muda akibat cedera, obesitas, atau aktivitas yang membebani sendi. Penyakit ini memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dengan diagnosis yang tepat, perubahan gaya hidup, olahraga yang sesuai, terapi, dan pengobatan yang tepat, sebagian besar penderita tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif.

Pesan pentingnya adalah jangan menganggap nyeri sendi sebagai sesuatu yang “wajar karena usia”. Semakin cepat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi sendi dan mencegah kecacatan di kemudian hari. (ds)

 

 

 

 

Tentang Penulis

berkembang dengan terencana

Tinggalkan Balasan