Transportasi Umum

MRT Jakarta Makin Dekat ke Kota Tua: Menilik Progress Jalur Lebak Bulus–Bundaran HI hingga Jakarta Kota

Oleh: Mohamad Sobari | Darustation

“Transportasi publik bukan hanya tentang memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, transportasi adalah penggerak ekonomi, pemerataan pembangunan, dan wajah kemajuan sebuah kota.”

Jakarta terus menunjukkan transformasinya sebagai kota metropolitan modern melalui pembangunan transportasi massal berbasis rel. Salah satu proyek yang menjadi simbol perubahan tersebut adalah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Sejak beroperasi pada 24 Maret 2019, MRT telah menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan perjalanan cepat, nyaman, dan bebas dari kemacetan.

Kini, perjalanan MRT tidak hanya berhenti di Bundaran HI, tetapi sedang diperpanjang hingga Jakarta Kota melalui proyek MRT Jakarta Fase 2A. Jalur ini akan menghubungkan pusat bisnis Jakarta dengan kawasan bersejarah Kota Tua sekaligus memperkuat integrasi transportasi di ibu kota.

Jalur MRT yang Beroperasi Saat Ini

Saat ini MRT Jakarta melayani rute sepanjang sekitar 16 kilometer dari Jakarta Selatan menuju pusat kota dengan 13 stasiun. Namun, seiring berkembangnya program Naming Rights, beberapa nama stasiun telah mengalami perubahan sebagai bentuk kerja sama antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan perusahaan mitra.

Nama Resmi Stasiun MRT Jakarta (Update 2026)

No Nama Resmi Stasiun
1 Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia (BSI)
2 Fatmawati Indomaret
3 Cipete Raya TUKU
4 Haji Nawi
5 Blok A
6 Blok M BCA
7 ASEAN
8 Senayan Mastercard
9 Istora Mandiri
10 Bendungan Hilir
11 Setiabudi Astra
12 Dukuh Atas BNI
13 Bundaran HI Bank Jakarta

Perubahan nama stasiun bukan berarti menghilangkan identitas kawasan. Nama geografis seperti Lebak Bulus, Cipete Raya, atau Bundaran HI tetap dipertahankan sehingga masyarakat tetap mudah mengenali lokasi. Program Naming Rights ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan non-tiket bagi MRT Jakarta untuk mendukung operasional dan pengembangan jaringan di masa depan.

Salah satu perubahan terbaru adalah Lebak Bulus BSI, yang sebelumnya dikenal sebagai Lebak Bulus Grab. Selain itu, Cipete Raya TUKU menjadi contoh kolaborasi dengan merek lokal Indonesia, sedangkan Bundaran HI Bank Jakarta mengikuti rebranding Bank DKI menjadi Bank Jakarta.

MRT Menuju Jakarta Kota

Kesuksesan Fase 1 mendorong pemerintah melanjutkan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A sepanjang sekitar 5,8 kilometer dari Bundaran HI menuju Jakarta Kota.

Tujuh stasiun baru yang sedang dibangun adalah:

  • Thamrin
  • Monas
  • Harmoni
  • Sawah Besar
  • Mangga Besar
  • Glodok
  • Kota

Seluruh jalur dibangun di bawah tanah menggunakan teknologi Tunnel Boring Machine (TBM) sehingga aktivitas masyarakat di permukaan tetap dapat berjalan selama proses konstruksi berlangsung.

Progress Pembangunan Terus Meningkat

Hingga pertengahan tahun 2026, progres pembangunan MRT Fase 2A telah mencapai sekitar 60 persen. Seluruh terowongan bawah tanah telah berhasil ditembus dan kini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian stasiun, pemasangan rel, sistem persinyalan, kelistrikan, telekomunikasi, hingga penyelesaian interior.

Progress Paket Konstruksi

Paket Ruang Lingkup Progress*
CP201 Thamrin – Monas ±93,5%
CP202 Harmoni – Sawah Besar – Mangga Besar ±67%
CP203 Glodok – Kota ±85%
CP205 Rel, persinyalan, telekomunikasi dan sistem operasi ±50%

*Perkembangan berdasarkan informasi PT MRT Jakarta dan pemberitaan hingga pertengahan 2026.

Paket CP201 menjadi yang paling cepat karena telah memasuki tahap penyelesaian interior, pemasangan eskalator, lift, plafon, dan berbagai sistem mekanikal serta elektrikal.

Sementara itu, CP202 menjadi salah satu paket paling menantang karena membangun stasiun bawah tanah di kawasan yang sangat padat aktivitas dan utilitas perkotaan.

Timeline Pembangunan MRT Jakarta

Tahun Peristiwa
2013 Pembangunan MRT Fase 1 dimulai.
2017 Uji coba rangkaian kereta pertama.
2019 MRT Lebak Bulus–Bundaran HI resmi beroperasi.
2020 Pembangunan MRT Fase 2A dimulai.
2023 Proses pengeboran terowongan semakin intensif.
2025 Terowongan bawah tanah mulai tersambung.
2026 Progress konstruksi mendekati 60 persen.
2027 Target operasional Bundaran HI–Harmoni.
2029 Target operasional penuh hingga Jakarta Kota.

Fakta Menarik Setiap Stasiun Baru

  • Thamrin akan menjadi penghubung kawasan bisnis dan perkantoran terbesar di Indonesia.
  • Monas berada sangat dekat dengan Monumen Nasional dan berbagai kantor pemerintahan.
  • Harmoni diproyeksikan menjadi salah satu titik integrasi transportasi tersibuk di Jakarta.
  • Sawah Besar dan Mangga Besar termasuk stasiun terdalam, mencapai sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah.
  • Glodok akan memudahkan akses menuju kawasan Pecinan dan pusat perdagangan elektronik.
  • Kota menjadi gerbang menuju Kota Tua sekaligus terintegrasi dengan Stasiun Jakarta Kota yang melayani KRL Commuter Line.

Informasi dari Media Sosial MRT Jakarta

Melalui akun resmi Instagram, LinkedIn, X, dan YouTube, PT MRT Jakarta rutin membagikan perkembangan pembangunan. Masyarakat dapat melihat proses pemasangan rel, pengelasan menggunakan teknologi Flash Butt Welding, pemasangan Platform Screen Door, hingga penyelesaian interior stasiun.

Dokumentasi tersebut menunjukkan bahwa proyek telah memasuki tahap akhir konstruksi dan semakin mendekati fase pengujian operasional.

Mengapa MRT Sangat Penting?

Perpanjangan MRT hingga Jakarta Kota bukan hanya menambah jumlah stasiun. Jalur ini akan memperkuat konektivitas antara kawasan bisnis Sudirman–Thamrin dengan pusat perdagangan Glodok dan kawasan wisata Kota Tua. Integrasi dengan KRL Commuter Line, TransJakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara akan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien.

Selain mengurangi kemacetan, MRT juga mendukung pengurangan emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, dan mendorong berkembangnya kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun.

Perspektif Darustation

Bagi Darustation, pembangunan MRT Jakarta merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi. Program Naming Rights menunjukkan bahwa infrastruktur publik dapat dikelola secara inovatif tanpa menghilangkan identitas wilayah. Di sisi lain, perluasan jaringan hingga Jakarta Kota menjadi bukti bahwa transportasi publik terus berkembang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

Ke depan, harapan masyarakat tentu bukan hanya menunggu MRT tiba di Kota Tua, tetapi juga melihat jaringan ini diperluas menuju Tangerang, Bekasi, Depok, hingga kawasan penyangga lainnya. Semakin luas jaringan transportasi massal, semakin kecil ketergantungan pada kendaraan pribadi, dan semakin besar peluang terciptanya Jakarta yang lebih nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Sumber Referensi

  • PT MRT Jakarta (Perseroda)
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
  • Kantor Staf Presiden (KSP)
  • ANTARA News
  • Berita Jakarta
  • Media Indonesia
  • Akun resmi Instagram, LinkedIn, X, dan YouTube PT MRT Jakarta

Tentang Penulis

berkembang dengan terencana

Tinggalkan Balasan