Ditulis Oleh Mohamad Sobari
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar seperti Jakarta, masih ada banyak orang yang quietly memilih berjalan di jalur kemanusiaan. Mereka bukan selebritas, bukan tokoh yang selalu muncul di layar televisi, tetapi kontribusinya nyata dirasakan banyak orang. Salah satu gerakan yang terus hidup hingga hari ini adalah donor darah sukarela.
Bagi sebagian orang, donor darah mungkin terlihat sederhana. Datang ke lokasi donor, menjalani pemeriksaan kesehatan, lalu mendonorkan darah beberapa menit sebelum kembali beraktivitas seperti biasa. Namun di balik kegiatan yang tampak singkat itu, ada proses panjang yang melibatkan kerja sama, koordinasi, edukasi, dan semangat sosial yang terus dijaga.
Karena itulah kehadiran organisasi seperti Forum Komunikasi Dermawan Darah 75–100 Kali Indonesia Emas menjadi sangat penting.
FOKUSWANDA hadir sebagai wadah komunikasi para pendonor darah senior yang telah mendonorkan darah puluhan hingga ratusan kali. Tetapi lebih dari sekadar komunitas, organisasi ini juga berkembang menjadi gerakan sosial kemanusiaan yang ingin terus mengajak masyarakat peduli terhadap pentingnya donor darah sukarela.
Dengan menjadikan Palang Merah Indonesia sebagai mitra utama, FOKUSWANDA Komisariat Provinsi DKI Jakarta mulai membangun fondasi organisasi yang lebih tertata melalui pembagian tugas, program kerja, dan target di setiap bidang kepengurusan.
Langkah ini menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan juga membutuhkan manajemen yang baik agar dapat berjalan secara berkelanjutan, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua: Menjadi Penggerak Utama Organisasi
Posisi ketua dipegang oleh Sahrianta Tarigan yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengendalikan arah organisasi. Tidak hanya memimpin rapat dan kegiatan, ketua juga menjadi sosok penghubung antara organisasi dengan berbagai pihak strategis.
Tugas utama ketua meliputi:
- Memimpin dan mengendalikan organisasi
- Menentukan arah kebijakan organisasi
- Menjalin hubungan dengan PMI dan mitra
- Mengkoordinasikan seluruh bidang dan biro
Dalam program kerjanya, fokus utama diarahkan pada:
- Konsolidasi pengurus
- Rapat koordinasi rutin
- Audiensi dengan PMI Provinsi DKI Jakarta
- Penguatan legalitas dan kelembagaan
Target yang ingin dicapai adalah terbentuknya organisasi yang aktif, solid, dan mampu membangun hubungan baik dengan berbagai mitra strategis.
Wakil Ketua Bidang Organisasi: Menjaga Struktur Tetap Solid
Bidang organisasi dipegang oleh H. Supena dan drg. Bambang Setiyadi. Peran mereka sangat penting untuk memastikan roda organisasi berjalan dengan tertata.
Tugasnya antara lain:
- Membantu ketua dalam bidang organisasi
- Mengawasi struktur dan administrasi organisasi
- Membina koordinasi antarbidang
Program kerja yang disiapkan meliputi:
- Penyusunan SOP organisasi
- Pendataan anggota dan pengurus
- Pembentukan koordinator wilayah
Target utamanya adalah terciptanya struktur organisasi yang rapi serta pengurus yang aktif dan terkoordinasi.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Kemitraan: Membuka Jaringan Kolaborasi
Edward dan Siska Fonda dipercaya mengembangkan bidang kemitraan dan jejaring organisasi.
Di era sekarang, organisasi sosial tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi salah satu kunci utama agar gerakan kemanusiaan semakin luas dampaknya.
Program kerja yang dijalankan antara lain:
- Silaturahmi ke komunitas donor darah
- Menjalin kerja sama sosial dan kemanusiaan
- Pengembangan relasi kelembagaan
Target yang ingin dicapai adalah bertambahnya mitra organisasi dan semakin dikenalnya FOKUSWANDA oleh masyarakat luas.
Sekretaris dan Wakil Sekretaris: Menjaga Ritme Administrasi Organisasi
Posisi sekretaris dipegang oleh Mohamad Muchtar, S.Kom dengan dukungan wakil sekretaris Mohamad Sobari, S.Kom.
Keduanya memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi dan administrasi organisasi tetap berjalan dengan baik.
Tugas sekretaris meliputi:
- Mengelola administrasi organisasi
- Menyiapkan surat menyurat
- Membuat notulen rapat
Sedangkan wakil sekretaris membantu dalam:
- Pengelolaan komunikasi internal
- Penyusunan informasi kegiatan
- Dokumentasi organisasi
- Publikasi kegiatan
Program kerja yang disusun meliputi:
- Pembuatan arsip organisasi
- Penyusunan agenda kegiatan
- Pengelolaan grup komunikasi
- Penyebaran informasi organisasi
Target yang ingin dicapai adalah terciptanya sistem komunikasi internal yang cepat, rapi, dan efektif.
Bendahara dan Wakil Bendahara: Menjaga Transparansi Keuangan
Bidang keuangan dipimpin oleh Kuswati, S.H bersama Antonius Agus Prajitno (Lie).
Dalam organisasi sosial, pengelolaan keuangan yang transparan menjadi salah satu fondasi penting agar kepercayaan anggota tetap terjaga.
Program kerja yang disiapkan antara lain:
- Membuat kas organisasi
- Penyusunan anggaran kegiatan
- Transparansi laporan keuangan
- Pendataan pemasukan dan pengeluaran
Target utamanya adalah terciptanya sistem keuangan organisasi yang tertib, sehat, dan akuntabel.
Biro Antar Lembaga: Menjalin Silaturahmi Kelembagaan
- Sarnata dipercaya mengelola hubungan antar lembaga dan komunitas.
Program kerjanya meliputi:
- Audiensi dengan lembaga sosial
- Menjalin komunikasi lintas komunitas
Targetnya adalah terbentuknya jaringan kelembagaan yang kuat demi memperluas gerakan donor darah dan kemanusiaan.
Biro Bimtek dan Edukasi: Menebarkan Pengetahuan Donor Darah
Drs. Hasim Rahman dan Andri mengemban tugas penting dalam bidang edukasi dan pelatihan.
Kegiatan yang dirancang antara lain:
- Seminar donor darah
- Edukasi kesehatan
- Pelatihan relawan donor darah
Melalui bidang ini, organisasi berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya donor darah dan gaya hidup sehat.
Biro Keanggotaan dan SDM: Menyiapkan Generasi Relawan
Bidang ini diisi oleh dr. Efi Yuliati, A. Wibowo, S.H, dan Nurohman.
Fokus utamanya adalah:
- Pendataan anggota donor darah
- Rekrutmen relawan
- Pembinaan anggota aktif
Targetnya adalah tersusunnya database anggota yang rapi serta meningkatnya jumlah relawan aktif di berbagai wilayah.
Biro Hukum: Menjaga Organisasi Tetap Sesuai Aturan
Bambang Purwanto, S.H, Drs. Cecep Akhdat, S.H., M.M, dan Hasanudin bertugas mengawal legalitas organisasi.
Program kerja mereka meliputi:
- Penyusunan legalitas internal
- Konsultasi hukum organisasi
- Pendampingan administrasi hukum
Targetnya adalah memastikan organisasi berjalan sesuai aturan dan memiliki dasar hukum yang kuat.
Biro Umum dan Sekretariat Rumah Tangga: Penopang Teknis Kegiatan
Megawati Setia Negara dan Lintang Puspitasari bertanggung jawab dalam pengelolaan kebutuhan teknis kegiatan organisasi.
Program kerjanya mencakup:
- Pengelolaan perlengkapan organisasi
- Persiapan logistik kegiatan
- Pengaturan konsumsi acara
Bidang ini mungkin jarang terlihat di depan, tetapi menjadi salah satu kunci kelancaran setiap kegiatan organisasi.
Biro Humas dan Dokumentasi: Menyebarkan Semangat Kemanusiaan
Bidang humas memiliki tugas penting untuk membangun citra organisasi dan mendokumentasikan setiap kegiatan.
Program kerja yang dijalankan:
- Publikasi kegiatan
- Dokumentasi foto dan video
- Penyebaran informasi organisasi
Targetnya adalah agar kegiatan FOKUSWANDA semakin dikenal masyarakat dan terdokumentasi dengan baik.
Biro Informasi dan Teknologi: Menguatkan Organisasi di Era Digital
Di zaman digital seperti sekarang, organisasi sosial juga perlu hadir di ruang digital.
Karena itu bidang informasi dan teknologi memiliki tugas:
- Mengelola media digital organisasi
- Mendukung teknologi informasi organisasi
- Mengembangkan database digital
Program kerjanya meliputi:
- Pembuatan media sosial resmi
- Pengelolaan database digital
- Penyebaran informasi secara online
Targetnya adalah agar organisasi semakin aktif di media digital dan mudah diakses anggota maupun masyarakat.
Koordinator Wilayah: Menghidupkan Gerakan Sampai Tingkat Daerah
Koordinator wilayah menjadi ujung tombak organisasi di lapangan.
Tugasnya antara lain:
- Menghubungkan organisasi dengan wilayah masing-masing
- Mengkoordinasikan kegiatan donor darah lokal
- Melakukan pendataan anggota wilayah
Targetnya adalah memastikan aktivitas organisasi dapat berjalan hingga tingkat wilayah dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Donor Darah Bukan Sekadar Kegiatan, Tetapi Gerakan Kemanusiaan
Melihat susunan tugas, program kerja, dan target yang disusun, terlihat bahwa Forum Komunikasi Dermawan Darah 75–100 Kali Indonesia Emas sedang berupaya membangun organisasi yang bukan hanya aktif, tetapi juga profesional dan berkelanjutan.
Gerakan donor darah memang lahir dari semangat kepedulian. Namun tanpa organisasi yang tertata, semangat itu akan sulit berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
Karena pada akhirnya, donor darah bukan sekadar aktivitas medis. Donor darah adalah simbol kepedulian sosial, solidaritas kemanusiaan, dan harapan hidup bagi sesama.
Dan melalui FOKUSWANDA Komisariat Provinsi DKI Jakarta, semangat kemanusiaan itu kini sedang dirawat bersama untuk Indonesia yang lebih sehat, lebih peduli, dan lebih kuat dalam semangat gotong royong. (MS)
