Momentum Membangun Transportasi Metropolitan yang Lebih Terintegrasi
Oleh: Mohamad Sobari
Founder Darustation.com | Pegiat Transportasi Publik dan Literasi Perkotaan
Transportasi publik di Jabodetabek terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Setelah pembukaan sejumlah koridor Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, hingga Sawangan, kini Pemerintah Kota Depok mengusulkan lima rute baru Transjabodetabek sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan.
Usulan tersebut diajukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Hingga saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap kajian dan pembahasan.
Lima Rute yang Diusulkan
Adapun lima koridor yang diusulkan Pemerintah Kota Depok meliputi:
- Shila at Sawangan – Lebak Bulus
Estimasi lintasan:
Shila at Sawangan → Bojongsari → Jalan Raya Sawangan → Cinangka → Cinere → Terminal Lebak Bulus.
Koridor ini berpotensi menjadi pilihan utama warga Sawangan dan Bojongsari yang ingin terhubung langsung dengan MRT Jakarta.
- Terminal Sawangan – Kuningan
Estimasi lintasan:
Terminal Sawangan → Cinere → Fatmawati → Blok M → CSW → Gatot Subroto → Rasuna Said → Kuningan.
Koridor ini akan melayani ribuan pekerja yang setiap hari menuju kawasan pusat bisnis Jakarta.
- Terminal Depok – Cinere – Blok M
Estimasi lintasan:
Terminal Depok → Margonda Raya → Juanda → Cinere → TB Simatupang → Fatmawati → Blok M.
Rute ini diharapkan menjadi alternatif bagi pengguna kendaraan pribadi menuju Jakarta Selatan.
- Terminal Jatijajar – Kampung Rambutan
Estimasi lintasan:
Terminal Jatijajar → Jalan Raya Bogor → Cibubur → Cilangkap → Terminal Kampung Rambutan.
Koridor ini memperkuat konektivitas Depok dengan Jakarta Timur sekaligus terhubung dengan LRT Jabodebek.
- Universitas Indonesia – Manggarai
Estimasi lintasan:
Universitas Indonesia → Lenteng Agung → Pasar Minggu → Pancoran → Manggarai.
Koridor ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan kawasan pendidikan dengan Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi terbesar di Indonesia.

Lebih dari Sekadar Menambah Trayek
Usulan lima rute baru ini bukan hanya tentang penambahan layanan bus. Yang lebih penting adalah memperkuat integrasi antarmoda, sehingga masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Jika terwujud, masyarakat dapat lebih mudah berpindah dari Transjabodetabek ke MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, maupun layanan Transjakarta tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Selain mengurangi kemacetan, pengembangan koridor baru juga berpotensi menekan emisi kendaraan bermotor dan meningkatkan produktivitas masyarakat melalui waktu perjalanan yang lebih singkat.
Bagaimana dengan Kota Penyangga Lainnya?
Keberhasilan pengembangan Transjabodetabek di Depok seharusnya menjadi inspirasi bagi kota penyangga lainnya.
Kota Tangerang Selatan memiliki potensi pengembangan koridor menuju Blok M, Dukuh Atas, Senayan, Kuningan, hingga Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa layanan lintas wilayah telah beroperasi, seperti koridor Alam Sutera–Blok M, yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik antarkota.
Kota Tangerang juga terus memperkuat konektivitas dengan Jakarta. Kehadiran rute Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno-Hatta menjadi contoh bagaimana transportasi publik dapat mendukung mobilitas warga sekaligus aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Kota Bekasi telah menikmati beberapa pengembangan koridor Transjabodetabek. Ke depan, wilayah ini masih memiliki peluang untuk memperluas layanan menuju pusat-pusat kegiatan di Jakarta maupun antarwilayah penyangga.
Saatnya Memikirkan Masterplan Jabodetabek
Menurut Darustation, pengembangan Transjabodetabek sebaiknya tidak lagi dilakukan secara parsial berdasarkan usulan masing-masing daerah. Yang dibutuhkan adalah Masterplan Transportasi Metropolitan Jabodetabek yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, hingga kawasan penyangga lainnya dalam satu jaringan transportasi publik yang saling terintegrasi.
Dengan konsep tersebut, perjalanan tidak selalu harus berpusat di Jakarta. Warga Depok dapat menuju BSD City, masyarakat Bekasi dapat mengakses Bandara Soekarno-Hatta, atau warga Tangerang Selatan dapat menuju Cibinong melalui jaringan transportasi publik yang terhubung.
Analisis Darustation
Usulan lima rute baru dari Pemerintah Kota Depok patut diapresiasi sebagai langkah progresif dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah koridor yang dibuka.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan adanya integrasi dengan moda lain, ketepatan waktu pelayanan, frekuensi armada, kenyamanan halte, sistem pembayaran terpadu, serta dukungan infrastruktur bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Transportasi publik yang baik bukan sekadar menghubungkan dua titik perjalanan, tetapi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemacetan, memperbaiki kualitas lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Catatan Redaksi Darustation
Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi dari Pemerintah Kota Depok mengenai usulan lima rute baru Transjabodetabek serta perkembangan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Adapun uraian mengenai estimasi lintasan dan gagasan pengembangan koridor merupakan analisis redaksi berdasarkan jaringan jalan utama dan pola mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.
Sumber Referensi
- Portal Berita Pemerintah Kota Depok – Usulan Lima Rute Baru Transjabodetabek.
- DetikNews – Gubernur DKI Jakarta akan membahas usulan lima rute baru Transjabodetabek dari Kota Depok.
- Jakarta Smart City – Pengembangan koridor Transjabodetabek dan integrasi layanan transportasi.
- Metro TV News – Kajian Pemprov DKI Jakarta terhadap usulan penambahan rute Transjabodetabek.
- Pemerintah Kota Tangerang – Pengembangan layanan Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno-Hatta.
