Film

Ibadah & Cinta: Ketika Cinta Harus Memilih dan Ibadah Meluruskan Hati

Oleh: Mohamad Sobari | Darustation

Ada banyak film yang bercerita tentang cinta. Ada cinta yang mempertemukan dua manusia, ada yang memisahkan, dan ada pula yang membawa seseorang menemukan makna kehidupan.

Ibadah & Cinta tampaknya ingin mengambil jalan yang sedikit berbeda. Film produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) dan Sinemata Productions ini mempertemukan kehidupan Melbourne dengan dunia pesantren di Indonesia. Disutradarai Jastis Arimba, film ini menghadirkan Achmad Megantara sebagai Rico dan Indah Permatasari sebagai Santun. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Namun, bagi saya, daya tarik film ini bukan hanya pada kisah romantisnya.

Yang menarik adalah ketika cinta harus memilih.

Ketika Cinta Tidak Lagi Sederhana

Rico adalah pemuda asal Melbourne yang tumbuh dengan pandangan hidup agnostik. Pertemuannya dengan Santun, seorang ustazah muda yang dibesarkan dalam lingkungan pesantren, kemudian membuka perjalanan baru dalam hidupnya.

Rico mulai mengenal ibadah, nilai keimanan, dan cara pandang yang sebelumnya asing baginya. Tetapi perjalanan tersebut tentu tidak sederhana.

Hubungan mereka harus menghadapi perbedaan budaya, keyakinan, tradisi keluarga, tekanan lingkungan, hingga persoalan kesehatan yang dialami Santun.

Di sinilah cinta mulai diuji.

Sebab mencintai seseorang ternyata tidak cukup hanya dengan mengatakan, “Aku mencintaimu.”

Ada saat ketika cinta menuntut seseorang menentukan sikap. Bahkan ada saat ketika seseorang harus memilih antara mempertahankan, memperjuangkan, atau melepaskan.

Ketika Tiga Orang Harus Berhadapan dengan Pilihan

Salah satu bagian yang menarik untuk direnungkan adalah situasi ketika tiga orang duduk bersama, sementara dua pria harus menentukan kepastian dan pilihan.

Ini bukan lagi sekadar persoalan perasaan.

Tidak ada ruang untuk cinta yang terus menggantung. Tidak ada lagi jawaban, “Nanti kita lihat.”

Harus ada pilihan.

Siapa yang diperjuangkan? Siapa yang harus melepaskan? Dan siapa yang berani menerima konsekuensi dari keputusan tersebut?

Menurut saya, di sinilah cinta memperlihatkan wajah sebenarnya.

Orang yang benar-benar mencintai bukan hanya orang yang berani mengatakan “aku cinta”, tetapi juga orang yang berani berkata:

“Aku siap bertanggung jawab atas pilihan ini.”

Bahkan terkadang, bentuk cinta yang paling dewasa justru adalah berani melepaskan.

Ibadah Meluruskan Cinta

Judul Ibadah & Cinta sendiri terasa menarik karena mempertemukan dua hal yang sering dianggap berbeda.

Cinta tanpa arah bisa berubah menjadi keinginan untuk memiliki. Cinta tanpa batas dapat menjadi ego. Dan cinta tanpa keikhlasan bisa melahirkan kekecewaan.

Tetapi ketika cinta dibimbing oleh ibadah, cara seseorang mencintai akan berubah.

Ibadah mengajarkan batas.

Ibadah mengajarkan kesabaran ketika keinginan belum terpenuhi. Ibadah mengajarkan ketulusan ketika harus berkorban. Dan ibadah mengajarkan keikhlasan ketika sesuatu yang kita cintai ternyata bukan untuk kita miliki.

Karena itu, ada satu renungan penting dari film ini:

“Hanya cinta untuk ibadah yang dapat meluruskan ibadah itu menjadi cinta sejati.”

Cinta kepada manusia seharusnya tidak menjauhkan kita dari Tuhan. Sebaliknya, cinta semestinya menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan semakin dekat kepada Allah.

Dua Dunia: Melbourne dan Pesantren

Film ini juga menarik karena mempertemukan dua dunia.

Melbourne menjadi bagian dari kehidupan Rico sebelum menemukan arah baru. Sementara lingkungan pesantren menjadi ruang penting dalam perjalanan spiritualnya.

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi Australia, seperti Melbourne, Grampians, Port Campbell, dan Twelve Apostles. Di Indonesia, lokasi syuting antara lain berada di Pesantren Darunnajah, Cipining, Leuwiliang, Bogor, serta Tapos, Cigombong, dan Sukabumi.

Dua dunia yang berbeda tersebut dipertemukan melalui cinta.

Tetapi pertanyaan terpenting bukan sekadar:

“Apakah Rico dan Santun akan bersama?”

Pertanyaan yang lebih dalam adalah:

“Apa yang mereka pelajari dari cinta tersebut?”

Cinta Tidak Selalu Berarti Memiliki

Konflik Rico dan Santun juga melibatkan keluarga, tradisi, keyakinan, perjodohan, serta kondisi kesehatan Santun. Rico memilih tetap mendampingi perempuan yang dicintainya.

Di titik ini, kita kembali dihadapkan pada pertanyaan sederhana tetapi berat:

Apakah cinta berarti memiliki?

Ataukah cinta berarti bersedia menemani seseorang melewati ujian hidup, meskipun akhirnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan?

Bagi saya, inilah yang membuat cerita seperti Ibadah & Cinta terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Sebab dalam kehidupan, tidak semua orang yang kita cintai akan menjadi milik kita.

Ada yang hadir sebagai pasangan. Ada yang hadir sebagai guru. Ada yang menjadi sahabat. Bahkan ada pula yang hadir sebagai ujian.

Tetapi setiap pertemuan dapat membawa seseorang menuju kedewasaan.

Catatan Darustation

Kalau membaca film ini dari sudut pandang sederhana, Ibadah & Cinta bukan sekadar cerita tentang siapa mendapatkan siapa.

Film ini berbicara tentang keberanian memilih, kedewasaan menerima konsekuensi, dan kemampuan mengendalikan ego ketika mencintai.

Kita boleh mencintai, tetapi harus menghormati.

Kita boleh memperjuangkan, tetapi harus siap menerima hasil.

Kita boleh berharap, tetapi tidak boleh memaksakan kehendak.

Dan ketika kehilangan datang, kita boleh menangis, tetapi tetap percaya bahwa Allah mempunyai jalan yang lebih baik.

Mungkin inilah pesan yang paling menarik dari Ibadah & Cinta:

Cinta tidak harus selalu berakhir dengan memiliki.

Kadang cinta berakhir dengan pernikahan. Kadang berakhir dengan perpisahan. Dan kadang justru menjadi jalan seseorang untuk menemukan Tuhan.

Karena itu, pertanyaan cinta bukan hanya:

“Apakah aku bisa mendapatkanmu?”

Tetapi juga:

“Apakah cintaku kepadamu membuat kita menjadi manusia yang lebih baik?”

Jika cinta membuat kita semakin dekat kepada Allah, semakin menghargai keluarga, semakin bertanggung jawab, sabar, dan ikhlas, maka cinta tersebut telah melampaui sekadar perasaan.

Ia telah menjadi bagian dari ibadah.

Dan ketika ibadah mampu meluruskan cinta, di situlah cinta menemukan makna sejatinya.

Ibadah & Cinta dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Darustation — membaca cerita, melihat makna, dan mencatat kehidupan.

Nobar Ibadah & Cinta
📍 XXI Planet Hollywood
👥 Bersama WAG General
👤 Koordinator: Mas Zaki
📅 Selasa, 25 Agustus 2026
14.26 WIB

Tentang Penulis

berkembang dengan terencana

Tinggalkan Balasan