Menampilkan 4 Hasil
Perkeretapian

KRL Rangkasbitung Mau Naik Kelas? Saatnya Listrik dan Persinyalan Berlari Mengejar Pertumbuhan Penumpang

Bagi pengguna setia KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, pemandangan kereta penuh sesak pada pagi dan sore hari mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Peron yang ramai, antrean panjang saat naik kereta, hingga perjuangan mencari ruang berdiri yang nyaman seolah menjadi rutinitas yang tak terpisahkan. Namun di balik kondisi tersebut, ada satu pertanyaan besar yang mulai …

Perkeretapian

KRL Green Line: Antara Harapan Mobilitas dan Realita Gangguan di Jalur Barat

🚆 Setiap pagi, ribuan orang berbondong-bondong menuju stasiun. Dari Rangkasbitung, Maja, Parung Panjang, hingga Serpong—semua bergerak menuju satu tujuan: Jakarta. Di sinilah peran KRL Commuterline Rangkasbitung Line menjadi sangat vital. Ia bukan sekadar moda transportasi, tapi sudah menjadi bagian dari ritme hidup masyarakat urban. Namun, bagi para penggunanya, ada satu hal yang juga terasa “akrab”: …

Perkeretapian

Kenapa KRL 12 SF Belum Bisa Diterapkan Penuh di Rute Tanah Abang–Rangkasbitung?

Bukan Sekadar Tambah Kereta, Tapi Soal Sistem yang Belum Sepenuhnya Siap Wacana KRL 12 SF (12 kereta) kembali ramai dibicarakan. Logikanya sederhana: kalau penumpang makin padat, maka kapasitas kereta harus ditambah. Di atas kertas, ide ini memang masuk akal. Namun untuk lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, penerapan 12 SF belum bisa dilakukan penuh begitu saja. Masalahnya bukan …

Perkeretapian

Whoosh, Tanah Abang Baru, dan Dilema Sinyal Tertutup Rangkasbitung

🚉 Tanggung Jawab Presiden di Persimpangan Modernisasi Halo pembaca setia! 👋Di tengah gegap gempita peresmian Stasiun Tanah Abang Baru dan kebanggaan nasional atas kereta cepat Whoosh, ada satu pertanyaan yang menggelitik nurani publik: Apakah modernisasi ini benar-benar menyentuh akar persoalan transportasi rel kita? Mari kita bedah bersama, dari megahnya stasiun baru hingga sunyinya sinyal tua …