Infrastruktur

Menatap Masa Depan Stasiun Daru: Mewujudkan Kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan Pintu Gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang

Oleh: Mohamad Sobari | Darustation

Perkembangan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas sistem transportasi yang dimilikinya. Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan barat Kabupaten Tangerang, Stasiun Daru telah berkembang menjadi salah satu simpul transportasi yang memiliki peran semakin strategis. Setiap hari ribuan masyarakat dari Kecamatan Jambe, Cisoka, Solear, Tigaraksa, hingga wilayah sekitarnya memanfaatkan KRL Commuter Line sebagai moda transportasi utama menuju Tangerang maupun Jakarta.

Meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik merupakan indikator positif bahwa masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi menuju moda yang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Namun, pertumbuhan jumlah penumpang tersebut harus diimbangi dengan pengembangan infrastruktur kawasan stasiun agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Saat ini, kawasan Stasiun Daru masih menghadapi berbagai tantangan. Akses keluar masuk penumpang masih terpusat pada satu sisi stasiun, kapasitas parkir belum memadai, arus kendaraan pada jam sibuk sering mengalami kepadatan, sementara perkembangan kawasan permukiman di sekitar stasiun terus meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penataan kawasan Stasiun Daru tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dirancang secara menyeluruh melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

TOD bukan sekadar pembangunan fisik sebuah stasiun, tetapi merupakan konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan transportasi publik dengan permukiman, ruang pejalan kaki, jalur sepeda, fasilitas parkir, angkutan umum, ruang terbuka hijau, serta pusat kegiatan ekonomi sehingga seluruh aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Dua Akses Masuk dan Keluar untuk Mobilitas yang Lebih Baik

Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah pembangunan dua akses masuk dan keluar Stasiun Daru yang sama-sama strategis.

Selama ini sebagian besar aktivitas penumpang masih bertumpu pada satu pintu utama. Pada pagi dan sore hari kondisi tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan, antrean penjemput, serta meningkatnya interaksi antara kendaraan dan pejalan kaki yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Dengan tersedianya akses dari sisi timur dan barat stasiun, distribusi penumpang akan menjadi lebih merata. Warga dari kawasan permukiman di kedua sisi rel tidak perlu lagi memutar perjalanan hanya untuk mencapai satu pintu masuk. Selain mempersingkat waktu tempuh, dua akses tersebut juga akan meningkatkan kenyamanan pengguna, memperlancar arus penumpang, dan mengurangi kepadatan pada jam sibuk.

Model pengembangan seperti ini telah diterapkan di berbagai stasiun besar karena terbukti mampu meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik.

Perluasan Area Parkir Mendukung Sistem Park and Ride

Meningkatnya jumlah pengguna KRL juga harus diikuti dengan penyediaan fasilitas parkir yang memadai.

Masih terdapat beberapa lahan kosong di sekitar kawasan Stasiun Daru yang berpotensi dikembangkan menjadi area Park and Ride, yaitu fasilitas parkir terpadu bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi massal.

Selama ini keterbatasan lahan parkir menyebabkan sebagian kendaraan memanfaatkan badan jalan sebagai tempat parkir sementara. Kondisi tersebut mempersempit ruang lalu lintas dan menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan.

Pembangunan area parkir yang lebih luas akan memberikan berbagai manfaat, antara lain mengurangi parkir liar, meningkatkan kenyamanan pengguna KRL, memperlancar arus kendaraan, mendukung masyarakat beralih ke transportasi publik, serta menciptakan kawasan stasiun yang lebih tertib dan tertata.

Penataan Jalur Kendaraan Menjadi Prioritas

Persoalan berikutnya adalah pengaturan arus kendaraan di sekitar stasiun.

Pada jam sibuk, kendaraan pribadi, sepeda motor, angkutan umum, dan kendaraan penjemput sering menggunakan ruang yang sama sehingga menimbulkan perlambatan lalu lintas.

Untuk itu diperlukan rekayasa lalu lintas melalui penerapan jalur satu arah (one way) pada jam-jam tertentu, khususnya pada pagi dan sore hari. Pengaturan ini bertujuan memisahkan arus kendaraan masuk dan keluar sehingga konflik lalu lintas dapat dikurangi.

Selain meningkatkan kelancaran kendaraan, sistem satu arah juga akan memberikan ruang yang lebih aman bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum yang setiap hari beraktivitas di kawasan stasiun.

Pengalihan PSU Menjadi Fondasi Pengembangan Kawasan

Pengembangan kawasan Stasiun Daru tidak hanya memerlukan pembangunan fisik, tetapi juga penyelesaian aspek administrasi.

Salah satu langkah strategis yang harus segera diselesaikan adalah proses pengalihan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari pengembang PT Andaru kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Selama PSU belum diserahkan secara resmi, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan pembangunan maupun peningkatan fasilitas publik karena status pengelolaan aset belum sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah.

Dalam hal ini, Pemerintah Desa Daru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang mendorong percepatan proses administrasi antara pengembang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Penyelesaian pengalihan PSU akan menjadi dasar hukum yang kuat bagi pemerintah daerah untuk membangun jalan, drainase, trotoar, penerangan jalan, ruang terbuka hijau, fasilitas parkir, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Peran Strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang

Keberhasilan pengembangan kawasan Stasiun Daru sangat bergantung pada komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjadikannya sebagai salah satu kawasan strategis berbasis transportasi publik.

Pengembangan Stasiun Daru perlu dimasukkan ke dalam kebijakan pembangunan daerah sebagai bagian dari penguatan jaringan transportasi dan pengembangan wilayah barat Kabupaten Tangerang. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan anggaran, penyusunan masterplan kawasan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta koordinasi lintas instansi agar seluruh program berjalan secara terintegrasi.

Lebih dari itu, Stasiun Daru memiliki posisi yang sangat strategis karena berpotensi menjadi pintu gerbang menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tangerang di Kota Tigaraksa.

Sebagai pusat administrasi pemerintahan, kawasan Puspem setiap hari dikunjungi oleh aparatur sipil negara, masyarakat yang mengurus pelayanan publik, pelaku usaha, tamu pemerintah, maupun investor. Dengan jarak yang relatif dekat, Stasiun Daru dapat berfungsi sebagai titik kedatangan utama bagi masyarakat yang memilih menggunakan kereta api.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang perlu membangun sistem konektivitas antara Stasiun Daru dan kawasan Puspem melalui layanan angkutan pengumpan (feeder), shuttle bus, jalur angkutan umum yang terintegrasi, jalur sepeda, serta akses jalan yang nyaman bagi kendaraan maupun pejalan kaki.

Integrasi tersebut tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan kemacetan menuju kawasan Tigaraksa, serta mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Menuju Kawasan Transit Oriented Development (TOD)

Dengan tersedianya dua akses masuk, area Park and Ride yang memadai, rekayasa lalu lintas yang baik, penyelesaian pengalihan PSU, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tangerang, Stasiun Daru memiliki peluang besar berkembang menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD).

TOD akan mengubah kawasan stasiun menjadi pusat aktivitas masyarakat yang terintegrasi dengan transportasi publik. Di dalamnya terdapat jaringan pedestrian yang aman, jalur sepeda, halte angkutan umum, ruang terbuka hijau, area komersial dan UMKM yang tertata, serta fasilitas publik yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Pengembangan seperti ini akan memberikan manfaat yang luas, mulai dari peningkatan mobilitas masyarakat, tumbuhnya ekonomi lokal, meningkatnya nilai kawasan, hingga terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan pengembangan Stasiun Daru tentu tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Desa Daru, PT KAI, KAI Commuter, PT Andaru, Dinas Perhubungan, pemerintah provinsi, pelaku usaha, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut harus diwujudkan melalui penyusunan rencana induk (masterplan) kawasan yang memiliki arah pembangunan yang jelas, target jangka pendek, menengah, dan panjang, sehingga setiap pembangunan saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

 

Saatnya Menatap Masa Depan

Stasiun Daru memiliki semua prasyarat untuk berkembang menjadi simpul transportasi modern di Kabupaten Tangerang. Lokasinya strategis, jumlah pengguna KRL terus meningkat, kawasan permukiman berkembang pesat, serta berada dekat dengan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Kota Tigaraksa.

Momentum ini tidak boleh disia-siakan. Penataan dua akses masuk dan keluar, perluasan area parkir, penerapan jalur satu arah pada jam sibuk, percepatan pengalihan PSU dari PT Andaru kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta pembangunan konektivitas menuju Puspem Tigaraksa harus menjadi agenda bersama.

Apabila seluruh langkah tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat, Stasiun Daru tidak hanya akan menjadi tempat naik dan turun penumpang KRL, tetapi juga berkembang sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang modern, aman, nyaman, tertib, inklusif, dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, Stasiun Daru akan menjadi wajah pertama Kabupaten Tangerang bagi masyarakat yang datang menggunakan transportasi rel—sebuah pintu gerbang menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Kota Tigaraksa yang mencerminkan daerah yang maju, terintegrasi, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Di sinilah investasi infrastruktur tidak hanya membangun jalan, parkir, atau stasiun, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat dan daya saing Kabupaten Tangerang untuk masa depan.

Catatan Penulis: Artikel ini merupakan tulisan opini berbasis observasi lapangan dan kajian terhadap kebijakan tata ruang, transportasi, serta pengembangan wilayah. Beberapa usulan yang disampaikan merupakan gagasan konstruktif untuk mendorong pengembangan Stasiun Daru sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan pintu gerbang menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Kota Tigaraksa.

Sumber

  1. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang dan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang berkaitan dengan pengembangan sistem transportasi serta tata ruang kawasan perkotaan.
  2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang, khususnya terkait pengembangan infrastruktur, konektivitas wilayah, dan pelayanan publik.
  3. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development/TOD).
  4. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, berbagai kebijakan mengenai pengembangan transportasi massal terpadu dan integrasi antarmoda.
  5. PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan KAI Commuter, data operasional serta pengembangan layanan Commuter Line lintas Rangkasbitung.
  6. Pemerintah Kabupaten Tangerang, data dan informasi mengenai Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspem) Tigaraksa serta rencana pembangunan kawasan.
  7. Pemerintah Desa Daru, informasi mengenai perkembangan wilayah, fasilitas umum, serta proses pengalihan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.
  8. Hasil observasi lapangan dan dokumentasi penulis di kawasan Stasiun Daru dan lingkungan sekitarnya.
  9. Analisis dan opini penulis berdasarkan pengamatan terhadap perkembangan kawasan, kebutuhan mobilitas masyarakat, serta potensi pengembangan Stasiun Daru sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).

 

Tentang Penulis

berkembang dengan terencana

Tinggalkan Balasan