Menampilkan 7 Hasil
Desa

Kenapa Kepala Desa Khawatir Warganya Mengunggah Kondisi Desa? Antara Transparansi, Kritik, dan Demokrasi Digital

Oleh: Mohamad Sobari | Darustation Media sosial telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dengan pemerintah. Jika dahulu keluhan warga hanya disampaikan melalui musyawarah desa, surat, atau rapat RT/RW, kini cukup dengan sebuah foto, video singkat, atau unggahan di Facebook, Instagram, TikTok, maupun WhatsApp, kondisi sebuah desa dapat diketahui ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat. Fenomena …

Opini

Ketika Rasa Malu Mulai Menghilang: Benarkah Kita Sedang Mengalami Krisis Moral, Literasi, dan Budaya?

Oleh: Mohamad Sobari | Darustation “Malu bertanya sesat di jalan.” Peribahasa ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, muncul pertanyaan yang jauh lebih mendalam: apakah rasa malu masih dimiliki oleh semua orang? Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak sesederhana …

Sosial

Jangan Mudah Menilai dari Satu Foto: Ketika Empati Dikalahkan oleh Asumsi di Media Sosial

Satu gambar tanpa konteks bisa melahirkan ribuan kesimpulan yang keliru Oleh: Mohamad Sobari | Darustation Di era media sosial, sebuah foto mampu menyebar lebih cepat daripada penjelasan. Satu gambar yang diunggah tanpa konteks dapat memicu ribuan komentar, perdebatan, bahkan hujatan. Padahal, apa yang terlihat belum tentu menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Hal seperti ini bisa terjadi …

Lingkungan

Pentingnya Transparansi Lingkungan di Era Digital: Ketika Informasi, Kamera, dan Kesadaran Publik Bertemu di Ruang yang Sama

Di masa lalu, persoalan lingkungan sering dianggap sebagai urusan “orang kantor”, urusan dinas tertentu, atau sekadar laporan yang tersimpan di meja rapat. Warga biasanya baru mengetahui masalah lingkungan setelah dampaknya terasa langsung — banjir datang, sungai berbau, udara memburuk, atau sampah mulai menumpuk di mana-mana. Namun era digital perlahan mengubah semuanya. Hari ini, masyarakat tidak …

Literasi

Budaya Malas Membaca di Media Sosial Indonesia: Cepat Berkomentar, Lambat Memahami

Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat Indonesia menerima dan menyebarkan informasi. Dahulu orang harus membaca koran, menonton berita televisi, atau mencari informasi melalui berbagai sumber untuk memahami sebuah peristiwa. Kini, cukup dengan membuka media sosial, semua informasi bisa ditemukan dalam hitungan detik. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, yaitu …

Commuter

Iklan Coca-Cola di Dalam KRL: Hak Pengelola, Pemaksaan Visual, atau Sudah Melewati Batas Kepantasan?

Fenomena iklan di dalam kereta KRL kini semakin biasa terlihat. Mulai dari stiker di dinding gerbong, layar digital, hingga branding penuh satu rangkaian kereta oleh perusahaan besar seperti The Coca-Cola Company. Sebagian masyarakat menganggap hal ini normal sebagai bagian dari bisnis transportasi modern. Apalagi Coca-Cola merupakan brand global yang dikenal sebagai sponsor berbagai ajang olahraga …

Tadabbur

Surat Al-Lahab dan Fenomena Penyebar Kebencian di Zaman Sekarang

💬 Di era media sosial seperti sekarang, menyebarkan opini hanya butuh beberapa detik. Satu unggahan bisa viral. Satu komentar bisa memicu pertengkaran. Satu potongan informasi bisa membakar emosi ribuan orang. Sayangnya, tidak semua yang tersebar membawa kebaikan. Hari ini kita hidup di zaman ketika: fitnah mudah beredar, provokasi menjadi tontonan, ujaran kebencian dianggap hiburan, bahkan …